Minggu, 08 Januari 2012

Cinta dan Rinduku padamu..


Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu
Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu
Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu
Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.



Rindu

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan
Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu
Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran

Oowh ku Selalu Merindu

Rindu adalah tali yang tak pernah putus
Merentang di tiang hati, di tiang mimpi
Kadangkala di singgahi burung yang mengelakkan kabut
Pada pagi dingin yang mengaburkan sinar matahari
Rindu adalah tiang yang tak pernah tumbang
Tegak dilorong kehidupan, disepanjang labuh usia
Disitu tergantung lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua dan kelam sudah bermula
Rindu adalah lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup
Rindu adalah musim yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah berulang mengusik nasib
Hanya dzikir dan do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata perlahan-lahan menitik..




Lagu Rinduku utkmu...

Teringat ucapan mu padaku
Tunggulah aku bersama cintaku dan kesetiaanku
Dan ku katakan padamu
Bahwa aku akan menunggumu
Suaramu di seberang sana
Mengobati rasa sakit karena rindu
Rasa curiga yang berkecamuk di dada
Namun hanya sekejap saja
Aku memang menunggumu
Selalu menunggumu
Mempertahankan rindu ku
Mengagungkan cinta ku
Aku ingin kaupun begitu
Tetap merindui ku
Mengingat setiap waktu yang telah kita lalui
Dan akan kembali kepadaku lagi

Untuk Ku
Lidah membuat kita terluka
Hingga…
Ego membuat kita terpisah
Aku pergi ke heningan malam
Engkau pergi ke ujung jalan
Tanpa menoleh lagi kebelakang
Di tepi pasir putih ini
Aku kembali merenungimu
Mengapa pengorbanan untuk cinta kita
Tak di anggap ada
Aku kembali kesini
Tempat di saat kita berpisah
Karena rinduku padamu
Berharap kau berfikiran sama
Kembalilah untukku dari ujung jalan sana
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani Biarlah ku nikmati kesunyian ini Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini Biarlah ku nikmati kehampaan ini Mungkin air mata yang tulus Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta Semoga kerinduan ini kan segera berakhir Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna Dan dapat membuat ku bahagia Ooh Kerinduan Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

Tersisa secercah bayangan dalam ingatan Memori indah kita diatas langit Melihat indahnya dunia bersama-sama Ditemani gemerlap cahaya bintang Tak terhitung jumlah malam ku merindukanmu Malam-malam dimana aku menggila Malam-malam sunyi yang begitu dingin Dimana aku membutuhkan dekapanmu Setiap kali engkau menangis Setiap detiknya terasa seperti kutukan Yang memaksaku membawa senyummu kembali Dan menguapkan air ...

harap rasa ini tetap abadi di hari esok di hari nanti di hari” yang akan kita lalui aku ingin kau tetap seprti ini tetaplah yakin di sa’at ragu mengguncang jiwa tetaplah jujur meski kau tau hatiku kan hancur tetaplah sayang walau prahara meradang dan tetaplah menjadi kamu yang apa adany krn aku cinta kamu [...] aku yang selalu terpasung waktu...

tak ada gejolak seperti dulu? tak apa..aku tetap disini seperti dulu.. dengan segala letupan rinduku … dengan semua pekikan sayangku padamu… aku dengan segala egoku yang tak pernah bisa mengertimu aku memang pengecut aku tak berguna aku memang terlalu berharap tuk slalu dalam dekapanmu tapi aku mengerti itu tak mungkin aku ..yang lelah

mungkin memang kau takdirkan aku sedemikian rupa utuk menjalani semua ini mungkin Kau anggap aku memang pantas menerima ini semua Kau patrikan ketakutan..kecewa ..getir dan dendam dihati dan kehidupanku Kau buat aku merasa akulah orang paling tak berhak apapun di dunia ini baiklah…aku memang terlanjur pekat sepekat pekatku aku akan tetap berusaha menipu diriku sendiri..

kalaulah kau tau ap yg kurasakan mungkin hati ini tdk akn bertanya-tanya kegelisahan yang terus membelanggu hati seakan menorehkan sejuta luka dalam diri dimanakah nalurimu…. kepekaan dirimu seakan tertutp rapat tak mengharapkan hadirnya kebahagiaan kalaulah kau mengerti dan mau membuka diri mungkin kebahagiaan itu akan jadi milikmu....



Cinta di Matamu
entahlah.., berapa kali harus kuyakinkan dirimu bahwa rindu yang mengalir dalam darahku adalah rindumu
mungkinkah.., kau dengar cerita yang tergelar lewat bisunya petang..
itu cerita cinta tentang kau dan aku kau tahu Lembayung snja itu begitu indah walau tak seindah senyummu yang terukir dgaris bibirmu,
masih kuingat kasih.., aku lihat senyummu di antara mentari dn awan..
aku dengar suaramu lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun tapi rinduku belum juga terobati kasih..,
apakah hari ini kau simpan rindu seperti rindu yang menggunung di hatiku..?
ah.., bila saja mungkin ingin kulihat cinta di matamu sekali lagi..!